Waspadai Virus Korona, Bupati Wihaji Minta Dinkes Cek TKA China di PLTU Batang

Suryono Sukarno ยท Sabtu, 08 Februari 2020 - 03:00 WIB
Waspadai Virus Korona, Bupati Wihaji Minta Dinkes Cek TKA China di PLTU Batang
Bupati Batang Wihaji meminta Dinkes mengecek kondisi kesehatan TKA China di PLTU Batang. (Foto: SINDOnews)

BATANG, iNews.id – Bupati Batang Wihaji meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mengecek kondisi kesehatan tenaga kerja asing (TKA) asal China yang bekerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Permintaan Wihaji itu menyusul maraknya penyebaran virus korona. Wihaji tidak ingin ada warganya yang tertular virus tersebut. 

"Saya sudah perintahkan kepala Dinas Kesehatan untuk perintahkan dokter cek dan kroscek tenaga asing yang ada di PLTU dan perushaaan lainya," kata Wihaji, Jumaat (7/2/2020). 

Pemeriksaan kesehatan tersebut, kata dia, sebagai langkah antisipasi penyebaran virus korona. Sebab, banyak TKA asal China yang pulang ke negaranya saat Imlek.

“Kewajiban kita antisipasi dan memastikan Kabupaten Batang Tidak ada virus corona, seandainya ada kita antisipasi cepat untuk mencari solusi," ucap Wihaji.

Meski demikian, kata dia, Pemkab Batang tetap welcome terhadap TKA China. “Kita harus cek TKI secara benar-benar, walaupun penerbangan untuk saat ini masih. Kalaupun ditemukan antisipasinya RSUD harus mentiapkan ruang isolasi kalau tidak mampu kita rujuk ke Semarang," tutup," katanya. 

Kepala Dinas Kesehatan dr Hidayah Basbeth mengatakan, sampai saat ini di Batang memang belum ditemukan adanya masyarakat yang terjangkit virus korona.

Namun masyarakat tetap harus waspada dan menunda untuk berpergian ke luar negeri terutama ke negara yang sudah ditemui penyebaran kasus virus korona. "Alhamdulillah sampai saat ini belum ditemukan di Batang, tapi kami ini sedang siaga. Kami imbau kepada masyarakat sebaiknya sementara ini untuk tidak bepergian ke daerah yang terjangkit virus korona, seperti di China,"  tuturnya. 

Dia menjelaskan, virus korona merupakan virus yang menyebabkan penyakit ringan hingga berat mulai dari demam, pilek ataupun penyakit seperti MERS dan SARS. 

"Jika memang harus bepergian ke daerah yang terinfeksi virus korona. Diharapkan jangan panik dulu. Untuk berjaga-jaga selalu terapkan PHBS, hindari kontak dengan hewan atau pasar hewan, hindari kontak langsung dengan orang yang sakit, gunakan masker dan terapkan etika batuk," ujarnya. 


Editor : Kastolani Marzuki