Petugas membersihkan lokasi mahasiswi tersambar kereta di perlintasan KA Bendan Kota Pekalongan. (iNews/Suryono Sukarno)

Usai kejadian, kedua korban kemudian dievakuasi oleh warga dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Nahas, putri pertama pasangan Sutarno dan Tutik Herawati ini akhirnya meninggal dunia. 

“Kami berdua saja, jalannya hadap depan belakang. Saat itu belum sempat selfie dan ambil video, masih berjalan menuju lokasi,” kata Fitri Aulia, sahabat korban.

“Saat ada kereta, yang dengar dia (korban) , saya ngga tahu. Saat itu saya langsung tengkurap di samping batu. Saya nggak lihat saat dia tersambar kereta soalnya saya lihat ke bawah,” katanya.

Hingga saat ini, polisi belum bisa memastikan kejadian pasti. Pasalnya rekan korban masih belum bisa dimintai keterangannya, karena masih dalam keadaan syok. Sementara korban meninggal sudah dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Kita dapat laporan dari masyarakat ada korban kecelakaan di rel kereta api. Korban tersebut setelah dicek masih hidup dan langsung dibawa ke rumah sakit,” kata Kapolsek Pekalongan Barat, Kompol Wilter Napitupulu.

“Kejadian masih dalam penyelidikan oleh pihak kami. Kami mengimbau pada masyarakat agar tak melakukan aktivitas di sepanjang rel kereta api karena ini adalah jalur khusus tidak bisa melakukan aktivitas menghentikan apa-apa di sana,” katanya.


Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network