Imam menegaskan, pengusulan Margono tidak berkaitan dengan posisinya sebagai kakek Presiden Prabowo Subianto.
Pemprov Jateng menyebut, pengusulan dilakukan berdasarkan rekam jejak dan jasa Margono bagi bangsa, khususnya dalam bidang ekonomi dan perbankan.
"Bukan karena kebetulan sekarang presiden cucunya tapi itu yang menggerakkan masyarakat, bukan kami yang minta. Itu masyarakat yang berinisiasi untuk mengajukan Pak Margono Djojo Hadikusumo menjadi Pahlawan Nasional," ujar Imam.
Selain Margono Djojo Hadikusumo, Jateng juga mengusulkan enam tokoh lainnya sebagai calon Pahlawan Nasional pada 2026.
Dari Kota Semarang, terdapat KH Sholeh Darat yang kembali diusulkan. Lima tokoh lainnya merupakan usulan dari tahun-tahun sebelumnya, yakni Mayjen TNI Roebiono Kertopati dari Purworejo, R.M. Bambang Soeprapto dari Banyumas, Basoeki Probowinoto dari Salatiga, Dokter Kariadi dari Semarang dan Letjen TNI (Purn) Bambang Sugeng dari Temanggung.
Dengan tambahan Margono Djojo Hadikusumo, total terdapat tujuh tokoh yang diusulkan Jateng sebagai calon Pahlawan Nasional pada 2026.
Seluruh usulan tersebut selanjutnya menjadi kewenangan pemerintah pusat untuk diproses sesuai mekanisme dan ketentuan pemberian gelar Pahlawan Nasional.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait