Suasana pembelajaran kelas 6 SDN 1 Kropak Wirosari Grobogan. (Rustaman Nusantara)
Rustaman Nusantara

GROBOGAN, iNews.id – BL, bocah viral yang memaksa kakeknya untuk mengemis akhirnya kembali sekolah. Bocah berusia 12 tahun ini ketahuan sudah tidak masuk sekolah sejak pembelajaran tatap muka setahun lalu.

BL beralasan tidak masuk sekolah karena seragam dan sepatu yang biasa dipakai hilang di rumah sehingga selalu uring-uringan.

BL yang duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar negeri (SDN) 1 Kropyak, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan terlihat ceria saat berkumpul bersama teman-temannya di sekolah.

BL diketahui sudah tidak aktif sekolah sejak proses pembelajaran tatap muka setahun lalu. Saat itu guru wali kelas tidak melihat BL di dalam ruang kelas selama beberapa hari.

Setelah di cek di rumahnya, BL ternyata mengaku tidak mau melanjutkan sekolah lagi karena tidak memiliki seragam sekolah dan sepatu lagi.
 
Seluruh perlengkapan sekolah yang ia pakai hilang di rumah saat hendak dipakai. BL pun sudah mencari berulang kali di dalam rumah namun tidak ditemukan. Karena tidak bisa membeli seragam sekolah, ia akhirnya memutuskan untuk berhenti sekolah.

Siswi kelas 6 SDN 1 Kropak ini mulai masuk sekolah setelah videonya viral di media sosial. Pihak desa mendatangi rumah BL dan membujuk untuk kembali sekolah. Setelah diberikan seragam oleh kepala desa, ia akhirnya mau untuk berangkat sekolah.

Lilik Supeni, Kepala SDN 1 Kropak mengaku senang saat melihat BL kembali berangkat sekolah.  Pihak sekolah pun telah menggratiskan pendidikan  BL sejak kelas satu hingga tamat pendidikan sekolah dasar.

“Untuk keperluan sekolah sehari-hari, kami telah menyiapkan kartu program Indonesia pintar (PIP). Kartu PIP tidak diserahkan ke pihak keluarga atau BL sendiri agar aman dalam penggunaan dana,” katanya, Senin (1/8/2022)

Kika ada kebutuhan mendadak, kata dia, pihak sekolah kemudian mencair kan dana pip dan segera digunakan untuk kebutuhan BL.

“Kami terus memantau perkembangan psikologi anak selama di sekolah. Hingga saat ini, kejiwaan BL sudah membaik dan bisa bermain ceria kembali bersama teman-temannya seperti sedia kala,” katanya.

Sementara BL mengaku menyesal atas perlakuannya terhadap kakeknya. “Saya terpaksa memaksa kakek untuk mengemis karena tidak ada uang untuk jajan dan makan. Sepeda satu-satunya yang ia pakai selama ini telah rusak hingga emosi,” ujarnya.

Selama ini BL hanya tinggal bersama kakeknya yang sudah tidak bisa bekerja atau pun berakttivitas.  Sang nenek yang menjadi tulang punggung keluarga sudah meninggal sejak setahun lebih, sehingga membuatnya kebingungan. 

Pasca ditinggal pergi selamanya oleh neneknya, pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga selalu dibantu oleh tetangga sekitar. Warga melakukan iuran untuk membayar listrik bulanan dan juga memberikan kebutuhan makan minum setiap hari. 

BL bercita-cita ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi setelah lulus sekolah dasar nanti. Rencananya BL akan dimasukkan ke pondok pesantren usai lulus.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT