Sehari sebelumnya, angin kencang menerjang Kecamatan Plupuh, Masaran, dan Sidoharjo sekitar pukul 18.30 WIB. Peristiwa tersebut berdampak lebih luas dengan jumlah 200 KK atau 641 jiwa terdampak.
Kerusakan meliputi rumah warga, fasilitas umum dan pendidikan, hingga tempat usaha. Gedung aula Pondok Pesantren Raden Patah II di Desa Sumorodukuh, Kecamatan Plupuh, dilaporkan roboh. Tiga unit Koperasi Desa Merah Putih, satu ruko mebel, dan dua kandang sapi juga mengalami kerusakan berat.
Selain itu, 11 pohon tumbang dan menimpa rumah serta gudang atau menghalangi akses jalan. Kerugian material akibat kejadian pada Jumat tersebut ditaksir mencapai Rp574.865.000.
Tim Reaksi Cepat BPBD Sragen bersama unsur terkait telah melakukan kaji cepat dan evakuasi. Namun, penanganan di sejumlah lokasi terkendala minimnya penerangan. Evakuasi di Dusun Genengsari, Desa Banyurip, juga sempat tertunda akibat kondisi jalan licin.
BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang, pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor di tengah cuaca ekstrem. Warga juga diminta tidak berteduh di bawah pohon atau bangunan yang kondisinya tidak aman saat hujan dan angin kencang.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait