Pj Wali Kota Salatiga Sinoeng Noegroho Rachmadi saat membuka rembuk stunting Kota Salatiga 2022 di Ruang Kaloka Gedung Setda. Foto: Ist.

SALATIGA, iNews.id – Angka stunting bayi di bawah dua tahun (baduta) di Kota Salatiga meningkat saat pandemi Covid-19. Kenaikan dari 7,07 persen menjadi 8,34 persen. 

Pada masa pandemi Covid-19, baduta yang boleh datang ke Posyandu hanya bayi berumur 12-24 bulan. Sedangkan data balita stunting di Kota Salatiga pada 2021 berdasarkan bulan timbang Agustus, berjumlah 856 anak atau sebesar 9,03 persen.

"Selama tahun 2021 telah terjadi peningkatan stunting pada bayi di bawah dua tahun dari 7,07 persen menjadi 8,34 persen. Itu disebabkan bulan timbang Agustus 2021 masih dalam masa pendemi Covid-19," kata Kepala Bappeda Kota Salatiga Muthoin, Selasa (28/6/2022).

Muthoin menyebutkan, prevalensi stunting tertinggi di Kecamatan Sidomukti, tepatnya di Kelurahan Kecandran sebesar 9,91 persen. Kemudian Kecamatan Sidorejo, tepatnya di Kelurahan Bugel sebesar 17.77 persen. 

Untuk prevalesi stunting di Kecamatan Argomulyo berada di Kelurahan Kumpulrejo sebesar 20,26 persen dan Kelurahan Randuacir 16,06 persen. Sedangkan di Kecamatan Tingkir berada di Kelurahan Tingkir Tengah sebesar 15,26 persen dan Tingkir Lor sebesar 13,13 persen. 


Editor : Ary Wahyu Wibowo

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network