MAGELANG, iNews.id - Ratusan angkutan kota (angkot) di Magelang, Jawa Tengah (Jateng) menggelar aksi mogok untuk menolak keberadaan transportasi online. Akibatnya, puluhan pelajar dan warga telantar.
Seorang pelajar, Titan mengaku terlambat ke sekolah karena aksi mogok angkot tersebut. Dia sempat menunggu angkot selama 30 menit. "Ini saya mau telepon orang di rumah untuk mengantar ke sekolah," ungkap Titan, Senin (4/12/2017).
Kekecewaan juga dirasakan warga Magelang lain, Sutiyah. Dia merasa terganggu dengan aksi mogok yang dilakukan ratusan awak angkot. "Saya tidak tahu kalau mereka mogok. Karena mereka mogok, semua aktivitas dari mengantar anak dan ke pasar terganggu," katanya.
Rencananya, aksi mogok akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Warga berharap pemerintah segera menyikapi maraknya transportasi online sehingga tidak memicu konflik dengan transportasi konvensional. "Sama-sama saja mencari penumpang, mungkin bisa ditata, mana daerah angkot, mana untuk transportasi online," ungkapnya
Berdasarkan pantauan di lokasi, bus sekolah yang disediakan pemerintah daerah tidak bisa menampung banyaknya siswa yang berebut naik karena tak ingin terlambat ke sekolah. Akibatnya, petugas dari kepolisian terpaksa menyetop setiap kendaraan lain untuk mengantarkan siswa ke sekolah.
Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait