SEMARANG, iNews.id – Aksi baku hantam tidak terhindarkan antara warga dan pedagang kaki lima dengan sekelompok anak punk di kawasan SPBU Tengaran, Kabupaten Semarang.
Akibat kejadian itu, enam anak punk luka-luka setelah menjadi bulan-bulanan massa yang tersulut emosi usai menyaksikan aksi pengeroyokan terhadap pedagang cilok.
Bentrokan fisik tersebut berawal saat pedagang cilok dan pedagang bakso yang berjualan di samping SPBU Tengaran menegur 11 anak punk karena berbuat onar.
Tak terima ditegur, kelompok anak punk tersebut langsung mengeroyok pedagang cilok secara brutal. Tidak hanya menganiaya, mereka juga merusak dan membanting gerobak dagangan milik pedagang hingga hancur.
Melihat tindakan semena-mena tersebut, warga sekitar yang berada di lokasi kejadian langsung pasang badan membela pedagang dan menyerbu kelompok anak punk tersebut.
"Keributan berawal dari pedagang yang menegur sekelompok anak punk karena membuat bising. Namun kelompok tersebut tidak terima lalu menganiaya pedagang cilok dan merusak gerobaknya," kata Kapolsek Tengaran, Iptu Budi Prihadi, Rabu (16/9/2026).
Petugas gabungan dari TNI dan Polri yang tiba di lokasi kejadian sempat mengalami kesulitan melerai bentrokan lantaran amarah massa pedagang dan warga sekitar sudah tidak terbendung.
Akibat insiden kekerasan ini, korban pedagang cilok mengalami luka sobek cukup serius di bagian kening. Sementara di pihak lawan, sebanyak 6 dari 11 anak punk menderita luka-luka akibat amuk massa.
Para korban luka kini telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas terdekat, sementara sisanya diamankan ke Mapolsek Tengaran guna menjalani pemeriksaan intensif.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait