SEMARANG, iNews.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan.
Bencana ini memakan korban jiwa, di mana dua orang dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus banjir yang kuat.
Menurut informasi yang dihimpun, kedua wilayah yang terdampak parah adalah Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, dan Kelurahan Mangkang (Kecamatan Tugu). Banjir dipicu oleh luapan dua sungai besar di wilayah tersebut, yakni Sungai Silandak dan Sungai Plumbon. Luapan air yang cepat tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga menyapu sejumlah rumah warga.
Arus banjir yang sangat deras menyebabkan dua warga terseret dan kehilangan nyawa. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap oleh tim SAR gabungan:
Korban pertama ditemukan pada Jumat malam di kawasan Purwoyoso, Ngaliyan. Korban diduga terseret arus saat sedang berkendara menggunakan sepeda motor di tengah cuaca buruk.
Korban kedua, nenek berusia 75 tahun bernama Mariam, warga Mangkang, Kecamatan Tugu. Korban baru berhasil ditemukan oleh tim gabungan TNI, Polri, dan Basarnas pada Sabtu pagi, sekitar satu kilometer dari kediamannya.
"Satu korban ditemukan Jumat malam, sedangkan satu korban lainnya (Ibu Mariam) baru ditemukan Sabtu pagi oleh tim gabungan," ujar Mustofa, Tim Rescue Basarnas Semarang.
Selain merendam rumah dan memakan korban jiwa, banjir juga merusak infrastruktur warga. Akses jalan di kawasan permukiman dilaporkan terkelupas parah akibat terjangan air hingga puing-puingnya berserakan.
Pada Sabtu pagi, warga Purwoyoso bergotong royong melakukan kerja bakti dibantu alat berat untuk membersihkan serta merapikan kembali akses jalan yang rusak.
"Banjir malam itu sangat cepat dan merusak jalan pemukiman kami," kata Darmin, salah seorang warga terdampak di Purwoyoso.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait