Tak hanya rumah warga, banjir juga merendam pabrik bulu mata di kawasan tersebut. Aktivitas produksi terhenti karena halaman dan area produksi tergenang.
Sejumlah karyawan tidak dapat masuk kerja akibat akses jalan terputus. "Gak ada karyawan yang masuk. Yang bahaya gardu listrik tegangan tinggi itu," ujar Satpam Pabrik Bulu Mata, Nurdin.
Kantor Dinas Perhubungan setempat turut terendam, sementara petugas masih melakukan pemantauan dan siaga menghadapi kemungkinan banjir susulan.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait