Pihak sekolah sebelumnya telah berupaya mengantisipasi banjir dengan membuat tanggul. Namun, posisi jalan dan area persawahan yang lebih tinggi membuat air mudah masuk ke lingkungan sekolah saat hujan deras.
Kepala BPBD Klaten, Sahruna, menyebut banjir tidak hanya menggenangi sekolah, tetapi juga sejumlah fasilitas publik lainnya. "Untuk saat ini untuk siswa proses belajarnya di rumah," ujar Sahruna di lokasi.
Selain itu, banjir turut merendam jalan penghubung antar kecamatan di wilayah Taji, Juwiring menuju Kabupaten Sukoharjo. Puluhan hektare tanaman padi yang siap panen juga dilaporkan terendam air.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait