PKL di Alun-alun Rembang saat membereskan tenda jualannya karena sudah mendekati pukul 20.00 WIB agar tidak melanggar aturan PPKM darurat. Foto: iNews/Musyafa Musa.

“Saya melaut berangkat sore, pulang pagi. Kebetulan saya jadi nelayan sejak tahun 1985 lalu. Mau gimana lagi?, “ tuturnya.

Djumadi yang biasa berjualan nasi uduk dan ayam goreng di timur alun-alun ini, kelak bakal kembali jualan jika perekonomian kembali normal. 

“Soalnya kalau sekarang jualan, kasihan isteri malah pikiran terus. Mendingan saya banting stir dulu jadi nelayan, biar nggak lupa dengan kerjaan yang dulu,” katanya. 

Sementara, dia tidak bisa membayangkan nasib teman-teman sesama PKL lainnya jika tidak memiliki pekerjaan lain. Mengenai kebijakan PPKM darurat, dirinya mengikuti saja apa yang ditetapkan pemerintah. 

Namun ia berharap pemerintah juga menggulirkan solusi guna meringankan beban pedagang. Seperti janji akan menyalurkan pinjaman tanpa bunga kepada PKL, sampai saat ini belum terealisasi.

“Belum ada kompensasi apa-apa. Pinjaman tanpa bunga untuk modal usaha yang pernah dijanjikan pemerintah juga belum terealisasi,“ ujarnya. 


Editor : Ary Wahyu Wibowo

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network