Para siswa di Desa Suwidak dan Bantar, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara saat belajar di rumah warga. Foto: iNews TV/Elis Novit.
Elis Novit

BANJARNEGARA, iNews.idBencana tanah bergerak di Desa Suwidak dan Bantar, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara berdampak terhadap siswa setempat. Mereka harus belajar di rumah warga karena jalur menuju sekolah terputus. 

Bencana tanah bergerak mengakibatkan akses jalan penghubung desa dan kecamatan tidak dapat dilalui. Sekitar 1.000 warga terisolasi, termasuk puluhan pelajar.

Kondisi jalan menuju sekolah yang terputus, membuat siswa terpaksa belajar di rumah-rumah warga dan gedung TPQ milik desa. Meskipun dalam situasi bencana, kegiatan belajar mengajar tetap diadakan. 

“Pertimbangannya agar siswa tidak tertinggal materi pelajaran,” kata salah satu guru, Eni, Senin (31/10/2022). 

Para guru harus jemput bola ke rumah-rumah warga dan tempat berkumpulnya siswa. Data BPBD Banjarnegara, siswa yang terisolasi dan tidak bisa ke sekolah mencapai 35 siswa. 

Hingga saat ini kondisi tanah di area bencana masih labil dan memgalami pergerakan tanah. BPBD Banjarnegara tengah melakukan penanganan dan pendirian posko bencana lokasi. 

Warga diminta waspada dan menjauh zona bahaya saat terjadi hujan lebih dari lima jam. Tercatat saat ini 10 rumah mengalami kerusakan, dan 90 rumah lainnya terancam bencana. 

Sekitar 80 warga mengungsi karena kondisi rumah membahayakan. Sebab tembok retak dan miring dampak dari bencana tanah gerak.


Editor : Ary Wahyu Wibowo

BERITA TERKAIT