Rumah yang rusak di Kabupaten Blora akibat bencana tanah bergerak di pinggiran Sungai Lusi. Foto: iNews/Heri Purnomo.
Heri Purnomo

BLORA, iNews.id – Dua rumah di Kelurahan Kedungjenar, Kabupaten Blora rusak dan enam lainnya terancam longsor akibat tanah bergerak di pinggiran Sungai Lusi. Warga di sekitar bantaran sungai was-was saat hujan lebat karena terdengar suara gemuruh di malam hari. 

Untuk sementara, warga bergotong royong memberi patok dari bambu untuk mencegah terjadinya longsor susulan. 

“Kondisi longsor sudah terjadi lama, namun kejadian terparah pada Jumat lalu setelah hujan lebat mengguyur Blora,” kata salah satu korban tanah bergerak, Selasa (31/5/2022). 

Hal serupa diungkapkan Sampi, warga yang rumahnya tinggal berjarak satu meter dengan pinggiran Sungai Lusi. Dia was-was jika hujan lebat. 

“JIka malam hari terdengar suara gemuruh,” ucap Sampi. 

Bupati Blora Arief Rohman bergerak cepat dengan meninjau lokasi longsor. Bupati didampingi Kepala Dinas PUPR Samgautama Karnajaya, Kepala Pelaksana BPBD Blora Slamet Widodo, perwakilan Dinsos P3A dan Lurah Kedungjenar.  

“Saya minta agar segera disurvei dan dipetakan. Hal ini guna mengantisipasi kejadian serupa di lain tempat,” kata Arief Rohman. 


Editor : Ary Wahyu Wibowo

BERITA TERKAIT