Suasana Kantor Kemenag Kabupaten Blora. (iNewsTV/Heri Purnomo)
Heri Purnomo

BLORA, iNews.id – Lebih 100 calon jemaah haji di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, gagal berangkat ke tanah suci. Mereka yang seharusnya berangkat haji di 2020 karena pandemi tidak jadi berangkat lagi tahun ini.

Hal itu karena terkendala aturan dari Pemerintah Arab Saudi yang menyebabkan mereka gagal berangkat haji.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blora, H.M Hafidz mengatakan bahwa  pemberangkatan haji tahun ini, ada aturan dari Pemerintah Arab Saudi, usia di atas 65 ke atas tidak bisa berangkat haji.

"Pemberangkatan Haji di Kabupaten Blora,  aturan usia 65 ke atas tidak berangkat  karena itu aturan dari Pemerintah Arab Saudi," kata Hafidz, Selasa (31/5/2023).

Kemudian, lanjut Hafidz, jumlah calon jemaah Haji di Kabupaten Blora yang berangkat  dipastikan berjumlah 288.  Namun hari ini ada yang meninggal satu dari Kecamatan Randublatung. Jadi jumlahnya dikurangi satu.

"Untuk pemberangkatan Haji di Blora nanti tanggal 30 Juni, kloter 40, masuk Asrama Haji Donohudan  jam 10.00 WIB, sedangkan kloter 41 sampai Donohudan jam 19.00 WIB," sebutnya.

Dia mengatakan, tahun ini usia jemaah haji termuda adalah 21 tahun tertua 65 tahun. Ia berharap beralihnya masa pandemi ke normal ini, mudah-mudahan di 2023 nanti tidak ada batasan usia.

"Karena mungkin dengan pandangan dari Arab Saudi, mengenai yang rentan terkena penyakit adalah 65 tahun ke atas. Maka untuk pembatasan usia itu mungkin hanya di tahun 2022. Dan yang berangkat haji tahun ini mestinya masa tunggu 2020 sudah berangkat," ujarnya.

Sedangkan porsi di Kabupaten tahun 2020 itu ada 609 jemaah. Karena ada pembatasan usia untuk tahun ini, yang sudah pasti sampai hari ini yang berangkat 288 dikurangi satu meninggal dunia.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT