Serka Ngatinu, Babinsa Koramil 03 Mojosongo Kodim 0724 Boyolali saat memberikan pakan pada burung murai batu. (Tata Rahmanta)

“Tiap pasang biasanya bertelur satu hingga tiga butir yang akan menetas setelah dierami selama 14-16 hari. Agar cepat kembali bertelur, anakan murai batu dipisahkan dari induknya saat berumur 10 hari,” kata Ngatinu, Kamis (2/2/2023).

“Kemudian anak murai batu diberi pakan khusus dengan cara diloloh atau disuap sampai bisa mandiri. Anakan burung dijual dengan kisaran harga Rp1,5 juta hingga Rp3 juta tergantung usia dan kualitas burung,” katanya.

Dari menjual anakan, Ngatinu mampu meraup omzet sekitar Rp7 juta dalam satu bulan karena burung yang ditangkarkan memiliki banyak keistimewaan.

“Permintaan tidak hanya dari Jawa Tengah saja. Namun juga dari Jawa Barat, Jawa Timur bahkan dari luar Jawa seperti Sumatera dan Kalimantan,” ujar Ngatinu.

“Selain mencari tambahan penghasilan, menangkarkan murai batu tersebut juga dimaksudkan untuk memotivasi generasi muda untuk terus berkarya dan menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.


Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network