Takmir menyiapkan bubur India menjelang berbuka puasa di Masjid Pekojan Semarang. (iNews.id)
Ahmad Antoni

SEMARANG, iNews.idBubur India menjadi salah satu kuliner khas yang disajikan saat berbuka bersama. Menu takjil Ramadan ini selalu disediakan takmir di Masjid Pekojan Jalan Petolongan No 1 Purwodinatan, Semarang.

Sudah lebih seabad takmir masjid menghadirkan takjil khas Ramadan ini di Masjid Pekojan. Takmir masjid setiap harinya selama Ramadan menyediakan 20 kilogram bahan baku untuk 250 porsi. Yang menarik, setiap harinya bubur India disediakan dengan menu yang berbeda. Pada hari Kamis, takmir menyediakan gulai.

Bubur India memiliki ciri khas, yakni rempah-rempahnya. Dibandingkan dengan bubur lokal yang tidak memiliki rempah, Bubur India memiliki beragam rempah, seperti santan cair, santan kental, bawang merah, bawang putih, pandan, sereh, kayu manis, jahe, daun salam, beras, wortel, onclang, dan garam. 

Takmir Masjid Jami Pekojan, Ahmad Ali mengatakan untuk proses memasak Bubur India memakan waktu empat jam. “Dimulai dari jam 11.000 WIB, kemudian dilanjut dengan pengadukan selama dua jam,” katanya, Minggu (3/4/2022).

Selain itu, kata dia, untuk menjaga tradisi, proses memasak Bubur India menggunakan bahan bakar kayu agar bara api stabil. Karena tungkunya terbuat dari tembaga. 

Dia menceritakan, Bubur India dibawa oleh orang-orang asli India yang merupakan pedagang dan pendakwah bermukim di Semarang.

"Berdagang permata, emas, dan batu. Mereka bersinggah di Masjid Pekojan, dan memberikan resep rempah-rempah. Sampai sekarang diwariskan," ujarnya.

Dirinya merupakan takmir masjid merupakan periode keempat. Sehingga, bubur India ada sudah 100 tahun lamanya. "Dari musafir India itu," ungkapnya.

Bahan baku bubur India datang sendirinya dari masyarakat. "Anak-anak mereka tahu, dan sampai generasi sekarang sesuai kemampuan masyarakat," katanya.

Untuk menjaga tradisi, proses memasak Bubur India menggunakan bahan bakar kayu agar bara api stabil. Karena tungkunya terbuat dari tembaga. "Pernah menggunakan gas, tapi bisa maksimal apinya dan tidak jadi," ujar dia.

Selain Bubur India, di Masjid Jami Pekojan juga menyediakan takjil lainnya, seperti buah-buahan, kurma, teh, kopi, susu putih, dan susu coklat. 

Dulu ada air zam-zam, kata dia, tapi yang datang orang banyak. Dikiranya air biasa. Malah jadi mubazir. "Akhirnya kurma, buah-buahan, dan minuman ini," ujarnya.

Dia mengakui tahun 2020, sempat berhenti lama pandemi dua tahun ini. "Kalau malam hari selikuran (21) ke atas, kita menyediakan nasi pada malam hari," katanya.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT