Penemuan tersebut segera dilaporkan ke posko utama. Proses evakuasi pun berlangsung dramatis selama 27 jam karena medan yang terjal dan cuaca yang tidak menentu.
Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, Wanadri, Mapala, hingga warga setempat bahu-membahu membawa jasad korban turun ke kaki gunung.
Dedikasi Maun dan timnya menjadi bukti nyata sisi kemanusiaan para relawan lokal. Tanpa pamrih, mereka menembus hutan rimba dan menghadapi suhu dingin yang membekukan demi memberikan kepastian bagi keluarga korban.
Jenazah Syafiq Ridha Ali Razan telah dimakamkan di kampung halamannya di Kota Magelang, Kamis (15/1/2026) malam. Kisah suara "seng bergesek" di puncak Slamet ini kini menjadi kenangan bagi Maun, sebuah isyarat alam yang menuntunnya mengakhiri pencarian panjang selama 17 hari tersebut.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait