Mbok Srini langsung menggendong bayi tersebut dengan amat sayang. Lalu ia memberinya nama Timun Emas. Seiring berjalannya waktu Timun Emas semakin dewasa. Ia tumbuh menjadi anak yang cantik, pintar dan baik hati. Ini semua karena kasih sayang yang diberikan Mbok Srini kepada Timun Emas.
Suatu ketika, Mbok Srini ingat perjanjian yang ditawarkan raksasa, bahwa saat dewasa nanti Timun Emas harus diserahkan kepadanya. Hal itu membuat Mbok Srini kembali sedih. Hingga suatu malam Mbok Srini kembali didatangi raksasa di dalam mimpinya. Raksasa itu memberi peringatan kepada Mbok Srini bahwa satu minggu lagi ia akan membawa Timun Emas.
Sejak saat itu, Mbok Srini sering menyendiri dan baru menyadari bahwa raksasa itu sangat jahat. Ia tidak tega memberikan anak perempuannya yang sudah ia rawat hingga dewasa diserahkan kepada raksasa untuk disantap.
Timun Emas yang menyadari Ibunya terlihat sedih, memberanikan diri untuk bertanya. "Bu... ada apa? Kenapa ibu terlihat sedih sekali?" tanya Timun Emas. Awalnya Mbok Srini enggan untuk menceritakan apa yang ia rasakan, namun karena Timun Mas sudah cukup dewasa, akhirnya Mbok Srini memberanikan diri untuk jujur mengenai asal usul Timun Emas.
Mbok Srini menjelaskan secara rinci dari mana Timun Emas berasal hingga permintaan raksasa yang akan mengambilnya saat ia dewasa kelak. Tentunya hal itu sangat mengejutkan Timun Emas. "Aku tidak mau ikut dengan raksasa itu bu. Aku hanya ingin bersama ibu," ujar Timun Emas.
Melihat raut wajah Timun Emas yang ketakutan dan sedih tidak ingin berpisah, Mbok Srini kembali terdiam. Ia mulai memikirkan bagaimana caranya agar Timun Emas tidak ikut dengan raksasa jahat itu.
Tak terasa hari yang tak ditunggu-tunggu pun telah tiba. Mbok Srini belum menemukan cara yang tepat agar putrinya bebas dari raksasa. Hal itu membuat Mbok Srini kebingungan takut anak perempuannya diambil paksa oleh raksasa.
Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait