Untuk membantu masyarakat terdampak, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pemalang menyalurkan 8.000 liter air bersih ke Dusun Dukuh Tumbu.
Bantuan tersebut merupakan distribusi kedua pada tahun ini sekaligus bagian dari program rutin yang telah berjalan selama lima tahun terakhir.
Koordinator Tim MDMC PDM Pemalang, Dedi Kuntoro mengatakan bahwa distribusi air bersih akan terus dilakukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau.
"Jumlah yang kita dropping hari ini ada 8.000 liter air," ujar Dedi.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dibandingkan dua tahun sebelumnya. Sekitar 93 ribu kepala keluarga di tujuh kecamatan terdampak kekeringan.
Setiap hari, BPBD bersama Palang Merah Indonesia (PMI), Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda Air Minum/PDAM), serta sejumlah relawan menyalurkan hampir 100 ribu liter air bersih ke wilayah terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus hingga September.
"Yang terdampak kurang lebih 93.000 (warga) dari tujuh kecamatan," ucap Agus.
Masyarakat diimbau menghemat penggunaan air, sementara pemerintah bersama berbagai pihak terus meningkatkan distribusi bantuan air bersih ke daerah yang mengalami kekeringan.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait