Data tersebut kemudian digunakan untuk mengetahui tekanan air tanah dan kelembaban yang memengaruhi kohesi atau ikatan partikel tanah.
Ketika ikatan tanah melemah, sensor akan mengukur kemiringan dan pergeseran tanah yang berpotensi menimbulkan longsor. Semua data deteksi dikirim ke website sehingga bisa dipantau secara langsung.
"Alatnya kita beri nama SMOLL. Alat menotornya nanti dipasang di daerah yang rawan longsor di lereng, tanah yang labil. Nanti alat ini akan mengirim datanya menggunakan wifi, jadi kita bisa monitor lewat website," ujar Roni Aprianto, Dosen D3 Teknik Telekomunikasi Elektro Unnes, Rabu (19/11/2025).
Dengan adanya teknologi ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh peringatan dini saat musim penghujan. Kehadiran SMOLL diharapkan mampu mengurangi kerugian materiil dan mencegah jatuhnya korban jiwa akibat banjir maupun longsor.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait