Erwin, wisatawan asal Salatiga mengaku sengaja datang ke Dieng untuk melihat kemunculan embun es yang jarang ditemui di daerah lain.
"Untuk Juni kita dapat info ada embun es kamanya kita bela-belain datang ke sini berangkat jam tujuh malam dari Salatiga. Sampai ini jam 11 malam dan istirahat sebentar, subuh tadi kita ke sini," kata Erwin.
Sementara itu, warga setempat, Hasta mengatakan bahwa fenomena embun es kerap terjadi saat musim kemarau ketika suhu udara di Dieng mengalami penurunan yang signifikan.
"Ini masih bisa tebal lagi karena kan ini masih Juni dan puncaknya di Agustus, " kata Hasta.
Fenomena embun upas merupakan peristiwa yang lazim terjadi di Dieng selama musim kemarau. Meski menjadi daya tarik wisata, pengunjung diimbau menyiapkan jaket tebal dan perlengkapan penghangat tubuh karena suhu udara pada dini hari hingga pagi hari dapat mencapai titik ekstrem.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait