Beberapa daerah, kata dia, sudah bagus dalam pelaksanaan pengetatan itu. Dirinya mencontohkan saat bersepeda di Kota Semarang pada Senin (21/6) kemarin. Saat dia ingin makan di salah satu restoran, pengelola restoran berani menolak Ganjar makan di tempat.
"Saya kemarin sepedaan di Kota Semarang, pengen makan ayam tulang lunak. Sepertinya enak, cocok. Jadi saya minggir. Tempatnya sepi, jadi saya pengen makan di situ. Ternyata pengelolanya bilang, mohon maaf pak Ganjar, mboten saget (tidak bisa), kalau kerso (kalau mau) take away saja. Ini bagus, saya apresiasi," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, pihaknya juga meminta masyarakat mengurangi mobilitas di luar rumah. Kalau tidak penting, masyarakat diminta untuk tetap di rumah.
"Karena mobilitas ini yang sering menimbulkan kerumunan. Saya sudah cek ke pasien Covid tang diisolasi di rumah dinas Wali Kota. Saya tanya kira-kira ketularan dimana, ada yang bilang habis lamaran pak, habis ziarah pak, piknik pak. Nah tempat-tempat seperti itu yang mungkin menjadi awal penularannya," katanya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait