KENDAL, iNews.id - Penemuan kerangka manusia menggegerkan warga Desa Pidodo Wetan, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (24/4/2026). di Lokasi temuannya berada di sebuah ladang.
Kerangka ini pertama kali ditemukan seorang petani, Ali Imron warga Desa Korowelang Kulon, Kecamatan Cepiring. Saat itu, dia sedang menuju ladang dan melintas di area milik Indiari alias Andik di Dukuh Malangsari.
Saat melintas, Ali melihat sesuatu yang mencurigakan di permukaan tanah. Setelah mendekat, dia memastikan benda tersebut merupakan bagian dari kerangka manusia.
Tanpa menunggu lama, dia langsung melaporkan temuannya kepada perangkat desa yang kemudian diteruskan ke Polsek Patebon.
Mendapat laporan tersebut, aparat kepolisian bersama tim gabungan dari Polres Kendal langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Patebon AKP Rozikin memimpin langsung penanganan di lokasi. Tim yang diterjunkan terdiri atas unit Reskrim, Bhabinkamtibmas, hingga tim Inafis Polres Kendal, serta dibantu petugas PMI.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan berbagai bagian kerangka manusia yang sudah terpisah. Di antaranya tengkorak kepala, rahang bawah, tulang paha, tulang kaki, tulang rusuk, tulang belakang hingga tulang tangan.
Selain itu, ditemukan pula pakaian yang diduga milik korban, berupa baju lengan panjang warna hijau-kuning, celana pendek hitam bermotif belang, serta celana panjang hitam. Seluruh temuan kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan forensik.
“Kerangka sudah kami evakuasi. Saat ini masih dalam proses identifikasi untuk mengetahui identitas korban serta penyebab kematian,” ujar AKP Rozikin.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematian. Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor guna membantu proses identifikasi.
Penemuan ini mengejutkan warga sekitar karena lokasi ladang tersebut dikenal sepi dan jarang dilalui. Polisi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi sambil menunggu hasil resmi pemeriksaan.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait