Guru keagamaan nonformal mendatangi gedung DPRD Kabupaten Kendal. Foto: iNews/Eddie Prayitno.

Kepala Bakeuda Kendal Agus Dwi Lestari mengatakan, dana hibah untuk tenaga pendidik keagamaan awalnya Rp10,4 miliar dengan penerima 12.300 orang. Sehingga masing-masing akan menerimaRp1 juta per tahun. Dengan refocusing, setiap guru madin hanya mendapatkan sekitar Rp500.000 per orang setiap tahun. 

“Dana hasil refocusing dikumpulkan untuk mencukupi kebutuhan penanganan pandemi Covid-19, seperti vaksinasi dan pemberian dana intensif tenaga kesehatan yang mencapai Rp101 miliar,” kata Agus Dwi Lestari. 

Mewakili ribuan guru agama Kendal, anggota pleno Pimpinan Daerah Muhammadiyah Majelis Dikdasmen, Bayu Adhi Pamungkas mengatakan, selama ini guru madin di Kendal hanya mendapat dana hibah Rp1 juta per orang per tahun. Jumlah itu sangat kecil untuk keperluan sehari-hari. Terlebih setelah direfocusing, jumlahnya semakin kecil.

“Kami minta hak 12.300 guru agama di Kendal dikembalikan pada tahun 2021 ini. Kami menyadari refocusing tidak bisa dihindari, namun berharap tidak ada penomotongan,” kata Bayu Adhi Pamungkas. 


Editor : Ary Wahyu Wibowo

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network