Pertama adalah menggunakan dimensi spion dari pabrikan. Posisi spion jangan melebihi lebar handlebar/stang. Atur sudut pandang bagian cermin dari Spion terlihat 1/3 bagian terlihat lengan atau bagian tubuh pengendara. Sisa 2/3 luas cermin spion memuat situasi bagian belakang dari motor.
Pastikan pemasangan yang tidak menimbulkan getaran pada spion yang akan membuat mata cepat lelah. Cermin spion memiliki desain permukaan cembung, sehingga mampu menangkap objek lebih banyak di belakang. Selain itu juga memendarkan cahaya lampu sorot lampu depan pengendara lain dari belakang jika malam hari.
Sebelum bikers memulai mengendarai, ada baiknya memastikan tidak adanya bahaya dari arah belakang dengan menengok ke kanan dibantu dengan menarik bahu ke belakang.
Dengan demikian, pandangan situasi di belakang lebih luas, dan informasi lebih lengkap diketahui. Perlu diketahui, cermin spion memiliki area yang terbatas menampilkan seluruh kondisi belakang.
“Tapi spion sangat membantu jika membutuhkan melihat cepat kondisi di belakang yang terdekat dengan kendaraan” ucapnya.
Bila ingin berpindah lajur, selalu memeriksa kondisi belakang dengan menggunakan spion dan keuntungannya adalah cepat mengetahui kondisi di belakang.
“Sehingga keputusan dan refleks akan sangat berpengaruh dalam keadaan berkendara. Dengan begitu, kita tetap mengutamakan aman saat berkendara,” ujar Alfian.
Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait