Seorang petani bunga tabur di Dukuh Gataksemunu, Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali saat panen. Foto: ANTARA/Bambang Dwi Marwoto.
Antara

BOYOLALI, iNews.id - Harga bunga tabur di tingkat petani Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali jelang tradisi sadranan justru turun. Harga normal di tingkat petani yang semula Rp20.000 per kilogram, kini menjadi Rp15.000 per kilogram. 

"Harga bunga tabur untuk saat ini turun sangat drastis. Diharapkan mendekati bulan puasa bisa meningkat seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Sumarno (35) salah satu petani bunga tabur di Dukuh Gataksemunu, Desa Cluntang, Kabupaten Boyolali, Kamis (17/3/2022). 

Permintaan bunga tabur saat tradisi sadranan (ziarah ke makam leluhur) jelang bulan puasa, biasanya meningkat. Bahkan harganya bisa mencapai Rp50.000 per kilogram, dan tembus Rp100.000 per kilogram ketika jelang bulan puasa. 

Bunga tabur asal Boyolali biasanya untuk memenuhi kebutuhan pesanan dari luar kota, seperti Yogyakarta, Magetan, Madiun, Klaten, dan Solo.

Dari lahan seluas 1.000 meter persegi, lanjutnya, saat panen pertama mencapai sekitar 10 kilogram. Setelah itu, produksi petik bunga bisa mencapai rata-rata 15 kilogram per hari. 

Sri Mursiti (35) petani bunga tabur lainnya mengaku, harga bunga tabur di tingkat petani sepekan sebelumnya sempat naik. Namun pekan ini kembali turun dan hanya ditawar Rp15.000per kilogram. Harga normal bunga tabur rata-rata Rp20.000 per kilogram.

Dirinya berharap bertepatan tradisi sadranan, harga bunga tabur kembali naik dan bisa mencapai di atas Rp20.000 per kilogram. 


Mursiti menambahkan, untuk setiap hari bisa panen sekitar 5 kilogram. Dia berharap menjelang tradisi sadranan permintaan pasar bertambah dan hasil panen rata-rata juga meningkat mencapai 8 kilogram per hari.

"Saya menanam bunga mawar merah dan putih yang banyak diminati saat acara tradisi sadranan menjelang puasa, juga bertepatan panen raya di desa ini," katanya.

Masyarakat di Desa Cluntang mayoritas menanam bunga tabur jenis mawar, baik warna merah maupun putih. Kebanyakan petani menanam bunga, terutama di halaman rumah untuk menambah penghasilan. 


Editor : Ary Wahyu Wibowo

BERITA TERKAIT