Asikin, perajin tempe diTegal mengeluhkan mahalnya harga kedelai. (iNews/Yunibar)

“Agar tempenya tetap laku, saya tidak berani menaikkan harga tempe yakni untuk ukuran 5 sentimeter tetap dijual Rp5000,” katanya.

Menurutnya,  naiknya harga kedelai juga mengakibatkan menurunnya jumlah produksi tempe biasanya dalam sehari memproduksi 50 kilogram tempe perhari, saat ini  hanya mampu memproduksi 25 kilogram tempe per hari.

Para perajin tempe dan tahu berharap pemerintah segera turun tangan menstabilkan harga kedelai yang harganya terus melonjak hampir merata di sejumlah darah.

Jika kondisi ini terus berlarut larut, bukan tidak mungkin para perajin tempe dan tahu terpaksa gulung tikar karena tidak mampu lagi membeli kedelai.


Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network