Pedagang lain Darmi (57) mengatakan, kenaikan harga telur ayam ras menjelang Ramadan sebenarnya sudah menjadi hal yang biasa. Hanya saat ini, kenaikan harganya cukup tinggi sehingga pedagang kesulitan mencari untung akibat ketatnya persaingan di pasar.
"Mau ambil untung Rp1.000 per kg saja sulit sekali. Sebab banyak pedagang yang hanya mengambil untung Rp500 per kilogram. Kalau dijual lebih tinggi dari pedagang lain, saya khawatir tidak laku. Sebab terpaut Rp500 per kilogram saja, banyak pembeli yang beralih ke pembeli lain," ucapnya.
Dia berharap, harga telur bisa cepat normal kembali. Sebab kenaikan harga telur membuat pedagang harus giat memantau perkembangan harga di pasaran agar tidak kalah bersaing.
"Setiap hari saya harus memantau perkembangan harga telur agar tidak salah dalam penjualan. Ini menyita waktu," ujarnya
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait