SEMARANG, iNews.id – Menjelang Natal, harga telur ayam di wilayah Kabupaten Semarang meroket. Saat ini, harga telur di tingkat pengecer menembus Rp27.000 per kilogram (kg).
Sedangkan harga telur di pasar tradisional berkisar Rp26.000 per kg. Kenaikkan harga telur ini terjadi sejak beberapa hari belakangan. Seperti di Pasar Kembangsari, Kecamatan Tengaran, harga telur naik Rp2.000 dari harga sebelumnya Rp24.000 atau menjadi Rp26.000 per kilogram.
Seorang pedagang, Karti (54) menuturkan, kenaikan harga telur ayam ras ini terjadi sejak pekan lalu. “Harga dari distributor sudah naik. Tentunya pengcer juga menaikkan harga agar tidak rugi. Kalau saya menjual dengan harga Rp26.000 agar tidak kalah bersaing dengan pedagang lainnya," tuturnya, Selasa (22/12/2020).
Dia mengatakan, kenaikan harga telur yang cukup signifikan ini, membuat pedagang kebingungan. Sebab persaingan harga di pasaran menjadi semakin ketat karena setiap pedagang harus bisa menjual cepat agar tidak rugi.
“Telur tidak bisa bertahan lama. Kalau lama tidak terjual banyak yang busuk dan tidak bisa dijual. Kalau itu sampai terjadi, rugi jadinya. Maka dari itu, setiap pedagang hanya mencari keuntungan sedikit agar telur bisa cepat terjual. Saya sendiri hanya mengambil untung Rp1.000 per kilogram," ujarnya.
Pedagang lain Darmi (57) mengatakan, kenaikkan harga telur saat ini cukup tinggi sehingga pedagang kesulitan mencari untung akibat ketatnya persaingan di pasar.
"Bisa dapat untung Rp1.000 per kilogram sudah bagus. Sebab banyak pedagang yang hanya mengambil untung sedikit. Kalau dijual lebih tinggi dari pedagang lain, saya khawatir tidak laku. Sebab terpaut Rp500 per kg saja, banyak pembeli yang beralih ke pedagang lain," ucapnya.
Sementara itu, harga telur di warung kelontong mencapai Rp27.000. "Saya jual Rp27.000 per kg. Sebab harga kulakan sudah tinggi dan saya hanya mampu kulakan dalam partai kecil, sehingga harga saya naikkan agar bisa mengikuti fluktuasi harga," ujarnya.
Dia berharap, harga telur bisa cepat normal kembali. Sebab kenaikan harga telur membuat pedagang harus giat memantau perkembangan harga di pasaran agar tidak kalah bersaing. "Setiap hari saya harus memantau perkembangan harga telur agar tidak salah harga," ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait