Tim SAR gabungan saat mencari korban tenggelam perahu terbalik di Waduk Kedung Ombo Boyolali, Minggu (16/5/2021). (foto: Dok SAR)

SEMARANG, iNews.id  – Polda Jawa Tengah mulai meningkatkan proses penyelidikan kasus insiden perahu terbalik di Waduk Kedung Ombo, Kabupaten Boyolali, yang mengakibatkan 20 orang tercebur dan 9 meninggal dunia. Hari ini kepolisian akan gelar perkara dalam kasus tersebut. 

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan, gelar perkara itu dilakukan untuk menentukan status dalam perkara tersebut, sehingga nantinya bisa ditingkatkan pada penyidikan. 

"Rencananya baru Selasa (18/5/2021) akan dilakukan gelar dalam perkara tersebut. Dan hasil dari gelar perkara itu nantinya baru kita ke tahap penyidikan pada kasus ini," kata Iskandar, Senin (17/5/2021) malam.

Menurutnya, dalam kejadian perahu itu diketahui bahwa pengemudi perahu (nakhoda) masih dibahwa umur dan masih keluarga dari pemilik warung apung itu sendiri. Menurut informasi yang diterimanya, nakhoda perhau ini adalah masih keponakan pemilik warung apung tersebut.

“Usianya masih 13 tahun, dia disuruh pemilik warung apung itu sendiri mengantar penumpang dan menjemput penumpang menuju ke rumah makan miliknya. Jaraknya memang cukup lumayan,” katanya.

Terkait dengan adanya penutupan lokasi tempat wisata usai kejadian di Waduk Kedung Ombo, kata dia, perintah penutupan bukan dari Kapolda Jateng saja, namun dari tim Satgas Covid-19 yang melakukan penutupan semua wisata itu. 

"Karena Satgas Covid-19 banyak menemukan pengunjung  yang datang dengan melebihi kapasitas 50 persen. Hal ini sudah melanggar protokol kesehatan. Kemudian Ketua Satgas memberikan petunjuk apabila melanggar protokol kesehatan silakan ditutup sementara tempat wisata tersebut," ujar Kabid Humas.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengunjungi tempat wisata yang sudah terlihat agak ramai. Dan juga untuk selalu menggunakan masker serta menjaga jarak. Mengingat Covid-19 semakin meningkat di Indonesia saat ini.

“Saya minta kepada masyarakat yang akan berkunjung ke tempat lokasi wisata, perhatikan jumlah pengunjung, dan terapkan protokol kesehatan. Dan jika berwisata ke air, perhatikan apakah tersedia pelampungnya tidak, serta muatan kapasitas penumpangnya berapa, itu harus di perhatikan.  Jika tidak ada yang sampaikan tadi laporkan segera pada petugas yang ada di lokasi,” ujarnya.

Sementara itu,  saat ini Polda Jateng sudah memeriksa delapan saksi terkait insiden perahu terbalik di Waduk Kedung Ombo. Kedelapan saksi tersebut terdiri dari pengelola wisata Waduk Kedung Ombo, pengemudi perahu, pemilik rumah makan apung, kepala desa, penjaga masuk dan juga keluarga korban.

"Kita belum tetapkan tersangka, karena prosesnya baru penyelidikan. Kalau sudah gelar dan naik ke tingkat penyidikan baru kita bisa menentukan tersangka. Untuk saat ini belum,” kata Iskandar.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network