Kepala LKPP Hendrar Prihadi saat menyicipi apokat Black Mamba di Patemon Gunungpati Semarang. (Ist)
Dimas Yuli

SEMARANG, iNews.id - Kepala LKPP Hendrar Prihadi kunjungan di ibu kota Jawa Tengah. Di Kota Semarang, dia secara khusus bertemu dengan Sudadi dan Amin petani buah di Patemon, Gunungpati yang mengembangkan alpukat varian baru bernama Black Mamba

Dalam kesempatannya berkunjung ke Gebyok Nursery milik Sudadi, pria yang akrab disapa Hendi itu pun berkesempatan langsung menyicipi langsung alpukat yang dikembangkan.

Hendi mengaku menyukai Alpukat Black Mamba tersebut karena rasanya lebih kuat dibanding varian alpokat pada umumnya. "Saya ini sebenarnya bukan termasuk penggemar alpukat, tapi ini beda, dagingnya tebal, gurih, dan ada asinnya," kata Hendi dalam keterangannya, Selasa (6/12/2022).

"Dan menariknya kalau yang biasanya dijual hijau dan hitamnya kalau menuju busuk, sedangkan ini dari awal sudah hitam dan justru tidak mudah busuk, jadi cocok untuk ekspor," kata mantan Wali Kota Semarang ini.

Namun di sisi lain, Hendi mewanti -wanti agar yang diekspor hanya buahnya saja dan bukan bibitnya. Pasalnya, menurut Hendi bila sampai bibit tersebut diekspor maka bisa dimungkinkan lebih dikembangkan di luar. 

"Buahnya saja yang diekspor, jangan bibitnya, nanti kalau bibitnya malah banyak dikembangkan di luar," ujar Hendi. "Jadi nanti saya titip beberapa pohon saja untuk dibeli dan diberikan teman-teman untuk ditanam," ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang ini.

Sementara Sudadi mengaku senang atas perhatian yang diberikan Hendi dengan datang langsung. Apalagi menurutnya, Hendi sampai menyempatkan diri khusus datang ke Semarang untuk mengunjungi lahan pertaniannya. 

"Terima kasih karena bapak Hendi sudah mau datang langsung ke sini. Semoga setelah kedatangan beliau akan lebih banyak perhatian dari yang lain pada alpokat Black Mamba ini," kata Sudadi.

Sementara itu Amin mengatakan jika saat ini varian alpukat Black Mamba sedang diajukan untuk disertifikasi oleh BRIN. Harapannya setelah mendapatkan sertifikat, varian alpukat yang ditemukannya bersama Sudadi bisa lebih dikembangkan dan diperbanyak lagi. 

"Kita sudah mengirimkan permohonan untuk disertifikasi oleh BRIN melalui Dinas Pertanian, semoga saja prosesnya bisa lebih cepat," kata Amin.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT