Selain itu keberadaan abu mengakibatkan mata pedih dan pernapasan menjadi terganggu. Abu yang menempel pada tanaman pertanian akan mempengaruhi hasil pertanian, apabila tidak segera dibersihkan.
Menurut warga, hujan abu terjadi pada hari Rabu sekitar pukul 07.00 WIB dan berlangsung kurang dari 5 menit. “Meski diguyur hujan abu sebagian warga tetap beraktivitas. Seperti membersihkan tanaman pertanian, membersihkan atap serta menyapu halaman,” kata Ngatinem.
Seperti diketahui, Gunung Merapi pada Rabu (8/2) pagi meluncurkan awan panas guguran pada jam 07.10 WIB sejauh 1.500 meter mengarah barat daya. Status gunung merapi sendiri hingga saat ini masih siaga sejak 5 November 2020.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait