PURBALINGGA, iNews.id – Proses evakuasi jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki hilang yang ditemukan meninggal dunia di puncak Gunung Slamet, berlangsung dramatis.
Tim SAR gabungan terpaksa mengalihkan jalur evakuasi demi mempercepat proses penurunan jenazah remaja asal Magelang itu akibat medan yang sangat terjal.
Awalnya, jenazah akan diturunkan melalui Basecamp Dipajaya, Pulosari, Pemalang. Namun, setelah mempertimbangkan efisiensi waktu dan faktor keselamatan, tim memutuskan untuk mengalihkan evakuasi melalui jalur Gunung Malang, Kabupaten Purbalingga.
Titik penemuan jenazah berada di kawasan Watu Langgar, sebuah area di dekat puncak Gunung Slamet dengan ketinggian mencapai 3.150 Meter di Atas Permukaan Laut (MDPL). Di lokasi ini, tim SAR harus berhadapan dengan kemiringan lereng yang sangat curam serta kondisi tanah dan batuan yang licin.
"Untuk mempercepat evakuasi, tim memutuskan menurunkan jenazah melalui jalur Gunung Malang. Dari titik penemuan, jenazah dibawa menuju Pos 7, kemudian berlanjut ke Pos 5 hingga sampai ke Basecamp," ujar anggota Basarnas, Handika Hengki, Kamis (15/1/2026).
Beratnya medan di puncak gunung tertinggi di Jawa Tengah ini mengharuskan tim menggunakan peralatan teknikal lengkap. Penurunan jenazah dilakukan dengan sangat hati-hati karena risiko batu jatuh (rockfall) dan cuaca yang sewaktu-waktu bisa memburuk.
Diperkirakan, perjalanan dari titik evakuasi menuju Basecamp Gunung Malang memakan waktu sekitar 3 hingga 4 jam, sehingga jenazah diprediksi tiba di kaki gunung pada Kamis sore.
"Kami menggunakan peralatan teknik untuk penurunan di medan ekstrem. Keselamatan tim evakuasi juga menjadi prioritas utama kami dalam operasi ini," ujar Handika.
Kapolsek Pulosari, Iptu Bambang Hadi Busono mengatakan, ambulans dan tim medis telah disiagakan di Basecamp Gunung Malang.
Begitu tiba, jenazah Syafiq akan langsung dibawa ke RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata (RS Gutomo) di Purbalingga untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Operasi evakuasi skala besar ini melibatkan ratusan personel gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI dan Polri, Relawan Pecinta Alam, serta Masyarakat setempat
Syafiq Ridhan Ali Razan sebelumnya dilaporkan hilang selama 18 hari setelah mendaki pada akhir Desember 2025 lalu. Penemuan jenazahnya menjadi duka mendalam bagi rekan-rekan sekolah dan komunitas pendaki di Jawa Tengah.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait