Menurutnya, jalur alternatif melalui Kutaliman juga tidak sepenuhnya aman karena jembatan di Grumbul Babakan dilaporkan rusak.
“Warga yang berada di antara dua akses itu sama-sama menghadapi kondisi yang berbahaya,” ucapnya.
Pemerintah Desa Melung telah melaporkan masalah ini kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banyumas. Belum ada kepastian waktu penanganan.
Keterbatasan anggaran akibat penyesuaian keuangan daerah 2025 disebut menjadi salah satu penyebab tertundanya perbaikan. Kerusakan Jembatan Kalidekem dinilai bukan hal baru.
Sebelumnya, jembatan ini pernah ambrol total sebelum dibangun kembali. Faktor tanah labil di sekitar lokasi disebut menjadi penyebab utama kerusakan berulang.
Kondisi jembatan juga menimbulkan keresahan wisatawan. Sasongko (45), pengunjung asal Purwokerto, mengaku waspada saat melintas.
“Tadi saat melintas dan melihat bagian yang ambles, saya jadi ekstra hati-hati. Lubangnya terlihat sangat lebar dan dalam,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan dan Pembangunan Jalan DPU Banyumas, Rusli Kurnia memastikan perbaikan jembatan sudah masuk rencana kerja tahun anggaran 2026 melalui program Pemeliharaan Jembatan.
“Penanganan sudah kami rencanakan dan survei lokasi juga telah dilakukan,” ucapnya.
Saat ini, DPU Banyumas masih menghitung kebutuhan anggaran agar perbaikan dapat segera direalisasikan setelah pendanaan tersedia.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait