Pendidikan dasar integratif dinilai menjadi langkah strategis memperkuat ikatan emosional antar taruna dari berbagai matra. Kebersamaan dalam barak, lapangan, hingga kegiatan integrasi menjadi fondasi penting membangun soliditas TNI-Polri di masa depan.
Sigit kemudian mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan betapa krusialnya peran TNI-Polri dalam menjaga kedaulatan negara.
“Hal ini sejalan dengan penyampaian Bapak Presiden RI, Prabowo Subianto bahwa, ‘TNI dan Polri adalah dua institusi yang merupakan wujud dari kehadiran negara, wujud dari penegakan kedaulatan, dan wujud dari eksistensi negara’,” tutur Sigit.
Sigit berharap wisuda prajurit taruna akademi TNI dan Bhayangkara taruna Akpol ini menjadi momentum kelahiran generasi unggul calon perwira. Mereka diharapkan menjadi pilar utama penjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
“Saya dan Bapak Panglima TNI juga pernah menjalani pendidikan seperti Taruna sekalian, sehingga memahami bahwa menempuh pendidikan sebagai seorang Taruna bukanlah perjuangan yang mudah. Dibutuhkan ketekunan dan pengorbanan selama menempuh pendidikan, sehingga dapat menjadi seorang perwira yang tanggap, tanggon, dan trengginas,” ucapnya.
Upacara wisuda di Magelang ini sekaligus menandai langkah baru bagi para taruna untuk mengemban tugas sebagai garda terdepan bangsa dalam menjaga keamanan, pertahanan, dan persatuan Indonesia.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait