Direktur Reskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio ditemui di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Jumat (4/11/2022). (Eka Setiawan)
Eka Setiawan

SEMARANG, iNews.id – Proses penyelidikan kasus dugaan korupsi di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) di Pemkot Semarang jalan terus. Meninggalnya saksi Paulus Iwan Budi, ASN Pemkot Semarang tak menghentikan proses penyelidikan yang dilakukan Subdirektorat Tipikor Dit Reskrimsus Polda Jateng.

“Proses lidik (penyelidikan) masih,” ungkap Direktur Reskrimsus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Dwi Subagio saat ditemui di Markas Polda Jawa Tengah, Jumat (4/11/2022).

Pihaknya, melakukan penyelidikan, salah satunya memeriksa berbagai saksi atas dugaan korupsi tersebut. “Sampai saat ini ada 9 saksi (dimintai keterangan penyidik),” katanya.

Ditanya tentang pemanggilan saksi lain dari pihak Pemkot Semarang yang akan dimintai keterangan, Dwi Subagio mengaku belum ada. “Belum ada (dari Pemkot Semarang),” ungkap Dwi.

Kasus dugaan korupsi yang terjadi di BPKAD Kota Semarang dilakukan penyelidikan Dit Reskrimsus Polda Jateng setelah menerima aduan dari Aliansi Masyarakat Kota Semarang. 

Kasus itu terkait kegiatan pensertifikatan tanah fasum, fasos dan utility dari PT. KAL kepada Pemkot Semarang sebanyak 8 bidang. Lokasinya di Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Salah satu saksi yang sedianya akan memberikan keterangan kepada penyidik, yakni Paulus Iwan Budi Prasetyo urung hadir. Sedianya dijadwalkan pada Kamis 25 Agustus 2022, Iwan tak hadir. Keluarga melaporkannya hilang, sehari sebelumnya.

Setelah dilakukan berbagai pencarian, ternyata ditemukan sudah meninggal dunia di Kawasan Marina Kota Semarang pada 8 September 2022. Kondisinya hangus terbakar dan kepalanya hingga saat ini belum ditemukan. 

Sepeda motor Iwan dan aneka barang lain juga ditemukan di dekat Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan jenazah itu. Polisi memastikan kondisi jenazah hangus terbakar tak utuh itu adalah Iwan Budi dari hasil pemeriksaan DNA. 
  


 


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT