"Gerbang depan dan samping dalam keadaan terkunci. Kemungkinan pelaku masuk dari belakang sekolah yang berbatasan langsung dengan permukiman warga. Dugaan sementara menggunakan Pertalite," ucapnya.
Dia menuturkan, pihak sekolah belum dapat memastikan siapa pelaku karena area sekolah belum dilengkapi kamera pengawas (CCTV). Selama ini, kata dia, sekolah juga tidak memiliki konflik dengan orang tua siswa maupun pihak lain.
"Kami tidak memiliki masalah dengan siapa pun. Karena itu kami juga kaget dengan kejadian ini," ujarnya.
Kapolsek Rowosari Iptu Akhmad Djoko Puji Laksono mengatakan polisi bersama tim identifikasi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan sejumlah saksi.
"Kami sudah mendatangi lokasi dan memeriksa saksi-saksi. Saat ini penyebab kebakaran masih kami selidiki dan seluruh keterangan masih kami dalami," katanya.
Polisi juga mengungkap bahwa sekolah tersebut sebelumnya mengalami kebakaran pada Kamis (9/7/2026). Dugaan awal pada kedua peristiwa mengarah pada penggunaan bahan bakar minyak jenis Pertalite.
"Kami masih mendalami apakah kebakaran yang terjadi hari ini memiliki keterkaitan dengan kejadian sebelumnya. Semua kemungkinan masih terbuka dan sedang dalam proses penyelidikan," ucapnya.
Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Polisi juga akan mendalami kemungkinan adanya pelaku apabila ditemukan unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait