Sejumlah siswa kelas 5B SDIT Nurul Islam Tengaran, Kabupaten Semarang saat mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka di kelas, Senin (23/8/2021). Foto/IST

"Jadi per kelas hanya 14 anak. Lainnya, tetap bisa mengikuti pelajaran secara daring di rumah masing-masing. Ini dilaksanakan secara bergantian, sehingga setiap siswa mengikuti PTM tiga kali dalam satu minggu," katanya.

Selama PTM terbatas, semua tenaga pendidik dan siswa wajib menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat. Tak hanya itu, aktivitas siswa juga dioptimalkan di dalam kelas. Bahkan saat jam istirahat siswa harus tetap berada di dalam kelas. Jika hendak ke kamar mandi, diizinkan secara bergantian.

Menurut Isroni, sebelum uji coba PTM terbatas diterapkan, pihak sekolah sudah meminta persetujuan dari orang tua siswa. Sekolah juga meminta izin kepada pemerintah desa setempat dan Satgas Covid-19. "Orang tua siswa memberikan izin anaknya sehingga PTM terbatas di sekolah bisa dilaksanakan," ujarnya.

Sementara itu, para siswa SDIT Nurul Islam mengaku senang proses belajar mengajar bisa dilakukan secara tatap muka di sekolah. "Ya senang. Belajar di sekolah lebih enak. Sebab bisa menerima materi pelajaran dengan jelas. Kalau daring, terkadang ada gangguan sinyal sehingga tidak bisa menerima materi pelajaran dengan jelas," kata Bintang, salah satu siswa.


Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network