Selanjutnya, kata dia, adanya narasi yang membenarkan tindakannya menuju keterasingan atau alienasi. Terkhusus yang berbasis ideologi agama dan politik untuk menguatkan tindakan kekerasan kepada pihak yang dianggap mengakibatkan proses tersebut.
"Kemudian ya, adanya jaringan sosial yang memiliki pemahaman dengan dirinya yang secara gradual menguatkan dan membenarkan narasi-narasi tersebut," ujarnya.
Menurutnya, radikalisme bisa terjadi karena adanya penciptaan lingkungan yang kondusif atau enabling environment untuk narasi dan ideologi radikalisme dapat berkembang. Dia mengatakan, hal itu tidaklah harus langsung bersentuhan dengan jaringan, namun memberi sinyal bahwa jaringan ini aman dan eksis.
"Proses deradikalisasi harus menargetkan keempat unsur di atas khsususnya menghilangkan enabling environment membatasi atau menghancurkan jaringan yang berfungsi sebagai wadah berkumpulnya mereka yang kehilangan moral kompas yang secara gradualemilih jalan kekerasan yang dibenarkan oleh ideologi yang dianut," ujar Ketua DPP Partai Perindo bidang Hankam dan Keamanan Siber ini.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait