SUKOHARJO, iNews.id – Acara pameran dan kontes bonsai nasional di Alun-alun Satya Negara Kabupaten Sukoharjo diprotes warga setempat. Mereka cemas kegiatan memicu kerumunan dan rentan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Covid-19
Salah satu warga Jetis, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, Joko Cahyono mengatakan, acara pameran sangat riskan terjadi pelanggaran prokes. Terlebih saat ini, pemerintah tengah berupaya keras mengendalikan penyebaran Covid-19.
Sesuai Surat Edaran (SE) Bupati mengenai perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro, diakui kegiatan yang sifatnya kegiatan sosial, seni dan budaya telah diizinkan.
“Tapi menggelar acara yang menarik pengunjung terlalu berisiko. Apalagi mengundang peserta dari luar daerah dan berlangsung seminggu penuh. Orang mau jualan aja ditertibkan, ini peserta malah datang dari 17 provinsi. Kami sudah layangkan protes pada panitia dan satgas setempat," kata Joko Cahyono, Senin (7/6/2021).
Satgas Covid-19 diminta melakukan pengawasan melekat di lokasi kegiatan. Dengan demikian, harapannya sedikit memberi rasa aman pada masyarakat sekitar. Sebab kegiatan masyarakat, seperti pedagang kaki lima (PKL) masih sangat dibatasi.
Sedangkan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan justru diberi izin. Warga juga telah beberapa kali menyampaikan kekhawatirannya pada pemangku wilayah setempat.
Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo mengatakan, pameran dan kontes bonsai nasional mendapat pengawasan ketat Satgas Covid-19. Petugas patroli penegakan protokol kesehatan diminta turun langsung di lokasi pameran.
Petugas ini diperintahkan mengambil tindakan tegas apabila mendapati pelanggaran aturan di lapangan. Penertiban bisa dengan peringatan dan paling berat pembubaran.
"Satgas melakukan pengawasan, sekali ada laporan pelanggaran langsung kami bubarkan," kata Heru Indarjo.
Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait