DEMAK, iNews.id - Seorang petani tua di Kabupaten Demak selama puluhan tahun hidup di bawah garis kemiskinan. Meskipun telah bekerja keras menggarap sawah, tidak mampu mengubah status sosialnya.
Lelaki tua ini bernama Murodi, warga Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Kabupaten demak. Meskipun tertatih dan susah payah, kaki-kaki lemahnya berusaha menapak di pematang sawah. Dengan sepenuh hati, dia mencabuti rumput yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.
Usia 65 tahun tak membuatnya surut untuk menggarap sawah. Bukan milik sendiri, melainkan sawah bengkok milik kepala desa yang disewa Rp1,9 juta per tahun. Bapak dua anak ini tak memiliki lahan sendiri yang bisa digarap.
“Saya tidak memiliki kemampuan lain, kecuali bertani yang diwariskan dari orang tua,” kata Murodi, Senin (30/8/2021).
Selama bertahun-tahun menjalani profesi sebagai petani, tidak membuatnya lepas dari garis kemiskinan. Rumahnya kini sedikit lebih baik setelah dibangun pemerintah karena tak layak huni.
Tak hanya tubuhnya yang makin lemah, wajahnya juga semakin keriput. Pandangannya sering mengarah menyaksikan hamparan hijau tanaman padi. Dia selalu berharap, tanaman yang menjadi makanan pokok ini bisa mengubah jalan hidupnya.
Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait