PATI, iNews.id – Jumlah korban dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus bertambah. Hingga Jumat (11/9/2026), Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mencatat total korban mencapai 424 orang, yang terdiri atas siswa hingga anak balita.
Para korban saat ini menjalani perawatan medis yang tersebar di empat fasilitas kesehatan (faskes).
Guna mempercepat proses penanganan darurat serta penanggulangan medis, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati secara resmi telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
Pemkab memastikan seluruh biaya pengobatan para korban ditanggung sepenuhnya secara kolaboratif oleh BGN dan Pemkab Pati.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra mengatakan, tidak ingin kejadian serupa terulang kembali di wilayahnya.
"Mulai pekan depan, Pemkab Pati bersama Forkopimda dan Dinas Kesehatan akan mengaudit sekitar 172 dapur SPPG untuk memastikan kelayakan fasilitas dan kapasitas produksinya," ujar Risma Ardhi Chandra.
Investigasi mendalam serta uji sampel makanan terkait penyebab pasti keracunan massal ini masih terus dilakukan oleh tim laboratorium kesehatan bersama kepolisian setempat.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn) Trenggono, turun langsung ke Kabupaten Pati untuk memantau kondisi penanganan para siswa di rumah sakit.
Atas insiden memprihatinkan ini, BGN mengambil tindakan tegas dengan membekukan seluruh operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong Satu.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait