Ketua RT setempat, Mufti Ardiya Anggiantoro, mengungkapkan fakta mengejutkan di balik tragedi ini. Di dekat jasad korban, ditemukan catatan tabungan siswa TK yang dikelola oleh Musripah.
Belakangan diketahui, korban baru saja terkena penipuan atau scam melalui pesan WhatsApp hingga saldo bank senilai Rp21 juta raib.
"Korban adalah guru TK, sedangkan suaminya buruh serabutan. Warga menduga ada tekanan mental karena uang tabungan siswa Rp21 juta hilang kena tipu scam WA. Muncul dugaan istri dicekik, lalu suami melukai diri dan berakhir gantung diri," ujar Mufti.
Kedua korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan jarang bergaul dengan warga sekitar. Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan dampak psikologis yang berat akibat kejahatan siber yang kian marak.
Catatan Redaksi:
Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pemikiran serupa, segera hubungi layanan kesehatan mental atau profesional di rumah sakit terdekat.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait