Hanya ada satu varian rasa yang dipertahankan sejak dulu hingga sekarang. Yakni campuran rebung, udang, dan telur untuk menjaga keasliannya. Semua masih dibuat dengan cara tradisional. Ukuran lunpia cukup besar dengan isian yang padat. Bagi yang tak suka amis, jangan khawatir karena keunggulan lunpia tertua ini memiliki racikan khusus.
“Menjaga kebersihan, teknik penggulungan, hingga penggorengan menjadi faktor penting menjaga kualitas lunpia,” kata Vincent Setiawan Usodo, generasi kelima lunpia gang Lombok.
Harga lunpia dibanderol Rp18.000 per biji. Juga tersedia lunpia basah dan goreng dengan harga sama. Untuk yang basah bisa bertahan 1 jam, sedangkan yang goreng selam 24 jam. Sehingga cocok sebagai oleh-oleh ke luar kota.
Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait