Saat ini sebanyak 60 persen pengguna KRL menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), sementara kartu elektronik bank sebanyak 21 persen, dan dengan QR Code sebanyak 19 persen. Selama masa larangan mudik, KMT yang terjual berjumlah 7.384 unit dan kartu elektronik bank berjumlah 273 unit.
"KRL Jogja-Solo saat ini seluruhnya sudah dilayani menggunakan tiga rangkaian KRL, dimana dalam satu rangkaian terdiri dari stamformasi (SF) 8 kereta. Pada awal beroperasinya KRL Jogja-Solo Februari lalu, hanya satu rangkaian yang terdiri dari delapan kereta, sedangkan dua lainnya hanya terdiri dari empat kereta,” ujarnya.
Dengan penambahan panjang rangkaian KRL, kapasitas pengguna yang dapat dilayani lebih banyak dan penerapan jaga jarak aman antara pengguna bisa lebih maksimal. KAI Commuter mengimbau para pengguna KRL Yogyakarta-Solo untuk semakin patuh pada protokol kesehatan yang berlaku.
"Mohon mengikuti arahan dari petugas di stasiun maupun KRL, antre dengan tertib untuk kesehatan dan kenyaman bersama," tuturnya.
Sebagai operator KRL Jogja-Solo, pihaknya terus berupaya menerapkan protokol kesehatan bagi para penggunanya. Seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Tak terkecuali saat masa larangan mudik lalu.
Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait