Adegan pentas ketoprak komedi Salah Kaprah dengan lakon Gatotkoco Gandrung yang dimainkan para seniman, penyanyi hingga anggota dewan. (IST)
Ahmad Antoni

PATI, iNews.id - Pertunjukan kesenian tradisional di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai bergeliat. Pertunjukan kesenian digelar daring maupun luring membangkitkan kreativitas seniman yang sebelumnya sepi job akibat pandemi Covid-19.

Kebangkitan mereka salah satunya dengan menggelar pementasan kesenian ketoprak di objek wisata Sendang Sani, Kabupaten Pati, Selasa (25/1/2022). Dengan menampilkan kesenian kelompok Ketoprak Konyit Pati yang mengusung tema Salah Kaprah ini mengambil lakon Gatotkoco Gandrung.

Menariknya, mereka yang tampil di atas panggung tak hanya dari para seniman, melainkan juga penyanyi campursari hingga legislator. Salah satu legislator yakni anggota Komisi E DPRD Jateng M Zen Adv. Dia menjadi salah satu bintang tamu dalam ketoprak Salah Kaprah. Dia tampil dengan bintang tamu lainnya beradu akting dengan seniman-seniman ketoprak lokal Pati.

“Ini sengaja dipaksakan agar mereka bisa main dan mendapat job, mengingat selama pandemi aktivitasnya mereka berhenti total, tidak tidak satupun yang mendapatkan tanggapan baik untuk mengisi hiburan pada hajatan maupun pementasan lainnya,” kata Susanto Markonyik, seniman asal Pati.

Dengan kreasi Ketoprak Salah Kaprah ini, mereka menggambarkan bahwa kini bisa mendapat job, meski yang diperankan tidak sesuai keahliannya. “Yang terpenting dalam ceritanya mereka mendapat job dan memperoleh penghasilan, ketimbang tidak memiliki aktivitas sama sekali,” katanya.

Lakon Gatotkoco Gandrung pun dalam penampilannya sangat unik karena dikendalikan seorang dalang yang diperankan oleh Pak Uthik yang profesinya sebagai ketoprak komedi, begitu juga Gatotkoco dimainkan seniman ketoprak.

Dalang Pak Uthik dalam memainkan peranannya sangat unik dan lucu yang sering diselingi beberapa dialog plesetan yang membuat penonton semakin ger-ger, bahkan Gatotkoco pun semakin kocak dengan gaya menari dan merayu.

Beberapa jurus sampai senjata pamungkas dikeluarkan sang Gatotkoco. Namun apa daya, lawannya dalam peperangan bukan Janoko atau Buto Cakil tetapi justru dalangnya sendiri yang menjadi lawannya hingga Gatokkoco tewas  dengan keris sang dalang.

“Modar Kowe, modar. Hayo, terusno. Modar Kowe (mati kamu, mati! Ayo lanjutkan. Mati kamu),” seru sang dalang sambil terus menusuk-nusuk kerisnya yang membuat tubuh Gatotkoco luluh ke tanah dan tewas.

Sontak aksi ketiga aktor yang diiringi tetabuhan gendang tersebut membuat penonton terpingkal-pingkal, tidak terkecuali M Zen. Memanfaatkan panggung sederhana kelompok Ketoprak Konyit mampu memadukan kisah pewayangan dengan isu aktual.

Dalang, Gatotkoco dan pemain lainnya tersebut yang ditampilkan oleh kelompok Ketoprak Konyit Pati sangat kocak. Pementasan ini mengawali pertunjukkan saat pandemi mulai melandai di wilayah Pati dengan penonton terbatas dan ketat mematuhi protokol kesehatan.

“Seniman selalu memiliki cara kreatif untuk menyikapi keadaan atau kahanan. Panggung sederhana ini memang diperuntukan bagi seniman, agar mereka tidak mati karya meski ada Corona,” ujar Markonyik.

Seorang seniman ketoprak lain Uthik yang memerankan dalang mengatakan dia bersama seniman ketoprak di Pati lainnya merasakan dampak pandemi yang hampir berlangsung selama dua tahun ini. “Selama pandemi memang membuat seniman ketoprak lesu, meski ada sebagian seniman punya pekerjaan lain, tapi memang belum bisa maksimal,” katanya.

Uthik mengaku selama pandemi sudah menjual mobil, motor. Bahkan tambak miliknya pun kendang dijual untuk menutup kebutuhan hidup, akibat tidak diizinkan untuk pementasan dari pemerintah setempat hingga kehilangan pendapatan dari profesinya.

Dia mengatakan dengan mulai adanya kelonggaran bisa manggung kembali, seniman bisa berkreasi lagi meski dengan keterbatasan waktu. :Namun tanggapan secara komersial hingga saat ini satu pun belum pernah diperoleh,” ujarnya.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT