Warga berada di depan bangunan rumah bantuan Tuku Lemah Oleh Omah" dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Ist)
Ahmad Antoni

MAGELANG, iNews.id - Ridwan (42), selalu mengucap kalimat syukur karena impiannya memiliki rumah telah terwujud. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sekuriti itu terlihat bahagia hidup bersama istri dan ketiga anaknya di rumah bantuan "Tuku Lemah Oleh Omah" dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Bantuan rumah bersistem panel dengan menggunakan sambungan baut itu ada 18 unit. Dan, berdiri di satu komplek seperti perumahan di Kampung Tulung, Kota Magelang.

"Tadinya saya penghuni rusunawa selama 6 tahun, karena tidak dapat diperpanjang Alhamdulillah saya dapat bantuan Tuku Lemah Oleh Omah dari Pak Ganjar, dan mulai saya tempati dua bulan ini," ujar Ridwan dalam keterangannya dikutip Minggu (27/11/2022).

Dia mengaku menyangka saat ini bisa memiliki rumah sendiri. Gaji yang diterima sebagai tenaga keamanan hanya Rp1,9 juta per bulan dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Sehingga untuk membangun rumah, hanyalah impian yang entah kapan akan terealisasi. Apalagi, aturan menghuni rusunawa dibatasi maksimal 6 tahun.

"Untuk selama di rusunawa 6 tahun kita harus pindah, tidak bisa diperpanjang. Sehingga bantuan rumah ini Alhamdulillah, bisa merealisasikan mimpi keluarga kami," ujarnya.

Untuk mendapat bantuan rumah itu pun sangat mudah. Ridwan bersama penerima yang lain hanya mengisi formulir dan mengumpulkan KTP serta KK. Selanjutnya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Magelang mencarikan lahan.

Setelah mendapat lahan, Pemprov memberikan bantuan bahan baku rumah susun panel senilai Rp35 juta ditambah Rp1,8 padat karya.

"Alhamdulillah untuk tanah sudah diusahakan dari Disperkim. Kita mengangsur lewat Bank Magelang, tiap bulan ringan hanya Rp355.000 selama 15 tahun. Tanah ukuran 6x8 meter sedangkan bangunan 6x6 meter. Itu murah banget, lebih murah dari kredit motor," ujarnya.

Ridwan merasa kehidupannya saat ini jauh lebih baik dari sebelumnya. "Beda jauh. Kalau di rusun saya berada di lantai 5, jadi naik-turun. Belum lagi khawatir anak-anak masih kecil dengan kondisi seperti itu. Sekarang lebih ayem dan nyaman," ujarnya.

Rasa syukur juga terucap dari Yayan, penerima bantuan yang lain. Ia yang hanya pedagang asongan souvenir kini bisa menikmati hidup di rumah atas nama pribadi.

"Alhamdulillah dapat bantuan rumah. Ini sudah jadi keinginan saya sudah lama. Saya hanya pengasong tasbih dan suvenir," katanya.

Baginya, bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi warga yang sudah berkeluarga. "Kalau tanah di Kota Magelang kan mahal. Ini kita dapat murah, dan hanya mengangsur Rp355.000 per bulannya," sebutnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jateng, Arif Djatmiko menuturkan bahwa program bantuan "Tuku Lemah Oleh Omah" mulai dilaksanakan sejak 2020 lalu.

"Di tahun  2020 ada 200 unit, 2021 ada 186 unit. Dan tahun 2022 kita bangun 253 unit. Rencananya di tahun 2023 kita akan bangun 615 unit," ujarnya.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT