Pengunjung saat menikmati angkringan di Cuntel Kopeng Kabupaten Semarang. (iNews/Taufik Budi)

Selain itu, ada yang bertugas mengambil berbagai makanan dan jajanan, dan tabung gas elpiji 3 kilogram dari kawasan Kopeng. Semua makanan yang telah matang tersebut, diangkut menggunakan mobil tua untuk merayapi jalan menanjak dan berliku.

“Perjalanan dari bawah (Kopeng) sampai sini sekira 30 menit. Nanti setelah tiba langsung kita tata, istilah Jawa-nya adalah buka dasaran. Semua kita tata di atas meja, termasuk alat pemanggang untuk memanasi sate-satean dan gorengan,” katanya.

Dia menceritakan, proses menghangatkan berbagai makanan sebelumnya sempat terkendala. Saat itu dia bersama rekan-rekannya memilih arang untuk memanggang aneka sate dan gorengan. Namun, angin kerap bertiup kencang sehingga cara tersebut tak efektif.

“Juga boros karena arang cepat habis sebelum makanan ini benar-benar hangat. Makanya kita berpikir lagi bagaimana cara agar makanan bisa disajikan hangat, tampilannya bagus, dan tidak boros. Akhirnya kita menggunakan gas elpiji 3 kilogram,” terangnya.

“Selain ukurannya kecil mungil, tabung ini juga mudah dibawa dari bawah (Kopeng) ke sini. Dan gas ini juga kita manfaatkan untuk pemanas air kamar mandi. Biar para pengunjung nyaman, bisa ke toilet tak perlu menggigil kedinginan,” imbuh dia.


Editor : Ahmad Antoni

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2 3
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network