Pria mengamuk di Banyumanik Semarang, makan tak bayar dan ancam minimarket diamankan warga dan polisi diduga gangguan kejiwaan. (Foto: iNews TV)

SEMARANG, iNews.id - Aksi seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa membuat resah warga Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah. Pria tersebut kerap berbuat onar, mulai dari makan di warung tanpa membayar hingga mengamuk dan mengancam di sebuah minimarket.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Watu Kaji Raya, Gedawang, Banyumanik, pada Senin (20/4/2026) malam. Warga akhirnya meringkus pria tersebut setelah kembali membuat keributan.

Pria yang diketahui bernama Slamet Riyanto (49) warga Tegalsari, sempat berulah di beberapa lokasi sebelum diamankan.

Insiden bermula saat pelaku mendatangi sebuah konter pulsa dan sempat berbincang dengan penjaga. Tidak lama kemudian, dia berpindah ke warung bakso di sekitar lokasi.

Pegawai warung, Dedi mengatakan pelaku datang sekitar pukul 19.00 WIB dan memesan dua porsi makanan.

"Awalnya dia datang pesan mi ayam dan bakso lalu duduk. Tapi saya sudah agak curiga melihat gerak-geriknya," ujarnya.

Setelah selesai makan, pelaku langsung pergi tanpa membayar. Pegawai warung sempat mengejar pelaku yang kemudian diketahui sudah mengamuk di sebuah minimarket.

Di minimarket, pelaku membuat keributan dengan meminta barang tanpa membayar, termasuk pistol mainan dan senter. Dia bahkan sempat mengancam kasir.

Penjaga minimarket, Abril, mengungkapkan pelaku masuk ke toko, berkeliling, hingga mengambil barang.

"Dia awalnya nanya-nanya harga barang lalu pesan makan tapi gak bawa uang. Dia datang ke minimarket ini katanya mau ambil uang lalu muter-muter ambil pistol mainan sama senter. Dia lalu duduk di kursi dekat kasir dan mengaku kenalan wali kota," katanya.

Pelaku juga meminta barang dibawa terlebih dahulu dengan alasan akan meninggalkan KTP, namun dengan nada memaksa.

"Dia juga kasih ancaman dan minta dibayarkan nanti KTP-nya dia tinggal, saya lapor atasan dan diberi arahan lapor polisi," ujarnya.

Bahkan, pelaku sempat melontarkan ancaman akan meledakkan minimarket jika keinginannya tidak dipenuhi.

Pihak minimarket kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banyumanik. Tidak lama kemudian, polisi bersama relawan datang dan mengamankan pelaku.

Kapolsek Banyumanik Kompol Hengky Prasetyo menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan perampasan, melainkan dugaan percobaan pemerasan.

Saat dimintai keterangan, pelaku memberikan jawaban yang tidak koheren dan berbelit-belit. Dia mengaku hanya ingin membeli pistol mainan untuk anaknya, namun juga mengakui sempat mengancam sebagai bentuk gertakan.

Dari hasil penanganan, polisi menduga pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Setelah diamankan, pelaku akhirnya diserahkan kembali kepada pihak keluarga. Meski tidak menimbulkan korban, aksi tersebut sempat membuat pedagang dan karyawan di sekitar lokasi merasa ketakutan.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network